Minggu, 12 Juni 2011

ARTIKEL MOTIVASI

Kata Motivasi Sabar Dari Hadits

Berikut kami pilihkan kata-kata motivasi sabar yang kami ambilkan dari hadits Rasulullah saw. Semoga memberikan manfaat dan memberikan inspirasi bagi kita semua.

Sabar Adalah Ciri Seorang Mukmin

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku kagum dengan ketetapan Allah ‘azza wajalla terhadap orang-orang mukmin. Jika dia mendapatkan kebaikan, dia memuji Rabbnya dan bersyukur, jika mendapatkan musibah dia memuji kepada Rabbnya dan bersabar. Orang mukmin akan diberi pahala pada setiap urusannya sampai suapan makanan yang dia angkat kepada mulut istrinya.” (HR Ahmad No 1405)

Sabar Dalam Pergaulan

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Seorang mukmin yang berbaur dengan manusia dan bersabar atas celaan mereka adalah lebih besar pahalanya dari pada orang mukmin yang tidak membaur dengan manusia dan tidak sabar atas celaan mereka.” Hajjaj menyebutkan, “Lebih baik dari pada orang mukmin yang tidak membaur dengan mereka.” (HR Ahmad No 4780)

Sabar Dalam Kesusahan

Aku pernah bersama Ibnu Umar. Tiba-tiba mantan budak wanitanya menemuinya, menceritakan kondisinya yang serba susah, serta hasratnya untuk pergi meninggalkan Madinah. Lalu Ibnu Umar menasehatinya: “Duduklah sebentar disini, aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda: “Tidaklah salah seorang diantara kalian bersabar atas kesusahan dan kesempitan hidup kecuali pada hari kiamat kelak aku menjadi pemberi syafaat (penolong) baginya.” (HR Ahmad No 5665)

Sabar Terhadap Hal Yang Dibenci

Dan ketahuilah bahwa di dalam kesabaran terhadap hal yang engkau benci terdapat banyak kebaikan. Bahwa pertolongan itu (datang) setelah kesabaran, dan kelapangan itu (datang) setelah kesempitan serta bahwa kemudahan itu (datang) setelah kesulitan. (HR Ahmad No 2666)

Sabar Terhadap Musibah

Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Barang siapa yang Aku hilangkan kedua kekasihnya (kedua matanya) lalu ia bersabar dan berharap pahala (dariKu) maka Aku tidak akan merelakan suatu pahala baginya kecuali syurga.” (HR Ahmad No 7280)
Tidaklah salah seorang dari kalian ditinggal mati oleh tiga orang anaknya, lalu ia sabar dan mengharap pahala dari Allah, kecuali pasti ia akan masuk ke dalam surga.” Lalu berkatalah seorang wanita dari mereka; “Bagimana jika dua orang saja?” Rasulullah bersabda: “Meskipun dua orang.” (HR Ahmad No 8561)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang mukmin yang tertusuk duri kemudian bersabar dan mengharap pahala dari Allah, kecuali Allah akan hapuskan dosa-dosanya pada hari kiamat.” (HR Ahmad No 8851)
Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Tidak ada balasan yang sesuai disisi-Ku bagi hamba-Ku yang beriman, jika aku mencabut nyawa orang yang dicintainya di dunia, kemudian rela dan bersabar kecuali surga.” (HR Ahmad No 9024)

Sabar Terhadap Sulitnya Keadaan

Kota Madinah, bagi yang bersabar atas susah payah dan kerasnya alamnya, maka aku akan menjadi pemberi syafaat, -atau beliau menyebutkan; – akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat.” (HR Ahmad No 9394)

Sabar Bertemu Musuh

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian berharap bertemu dengan musuh, maka jika kalian berjumpa dengan mereka hendaklah kalian bersabar.” (HR Ahmad No 10356)

Berusahalah untuk Sabar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berusaha untuk sabar maka Allah akan menjadikannya sabar, barangsiapa berusaha untuk kaya maka Allah akan mengayakannya, barangsiapa menjaga diri maka Allah akan memelihara dirinya, dan aku tidak mendapati untuk kalian rizki yang lebih lapang dari pada sabar.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sabar itu ada pada saat pertama kali terbentur musibah.” (HR Ahmad No 11868)
Mudah-mudahan, di akhirat nanti mendapatkan ucapan selamat dari para malaikat:
‘Salamun ‘alaikum bima shabartum (Keselamatan atas kalian oleh karena kesabaran kalian).’
Mari kita berusaha untuk sabar.

Sabar Itu Selalu Baik

 Ada yang mengatakan bahwa sabar itu tidak selamanya baik. Mudah-mudahan yang dia maksud adalah “sabar” dalam definisi lain. Sabar yang tidak baik, bukanlah yang diambil dari kata shabar dari Al Quran dan hadits. Sebab, jika yang dimaksud itu sama dengan shabar seperti yang diperintahkan Allah SWT dan Rasul-Nya, maka itu salah besar. Jika sebuah sikap atau perilaku yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, maka itu pasti benar dan pasti baik.

Sabar Itu Perintah Allah

Silahkan buka Al Quran dan Hadits, banyak ayat dan hadits yang menyuruh kita untuk bersabar. Jadi tidak mungkin sabar itu tidak baik. Jadi, selalu baik dan ini ajaran dari Allah.

Allah Beserta Orang-orang Yang Sabar

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah:153)
Pastinya Allah senang bersama hamba-hamba-Nya yang melakukan kebenaran dan kebaikan. Jadi tidak mungkin jika “ada yang tidak baik”. Jika Anda mengatakan tidak selamanya baik, apakah jika Allah menyertai kita itu tidak baik?
Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang mengatakan bahwa Allah suka dan memerintahkan kita untuk bersabar. Tentu saja tidak semuanya bisa ditampilkan disini karena saking banyaknya. Silahkan buka Al Quran dan Anda akan menemukannya dengan mudah. Bahkan, jika mau membuka kitab-kitab hadits, Anda akan menemukan lebih banyak lagi.

Allah Memberikan Balasan Kepada Orang Yang Sabar

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An Nahl:96)

Orang Yang Sabar Memiliki Kekuatan Lebih Besar

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (QS. Al Anfaal:65)

Para Nabi Adalah Mereka Yang Bersabar

Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. (QS Al Anbiyaa’:85)
Jelas sudah, kutipan-kutipan ayat diatas sudah menjelaskan kepada kita, bahwa sabar itu baik dan selalu baik. Ini merupakan bantahan bagi yang mengatakan tidak selalu baik atau ada batasnya. Saya penting mengatakan ini untuk mencegah kesalahan pengertian sehingga seolah ada ajaran Al Quran yang tidak membawa kebaikan. Saya hanya ingin menegaskan bahwa ajaran Al Quran itu benar dan selalu membawa kebaikan.

Dimulai Dengan Pemahaman Yang Benar

Salah satu penyebab mengapa orang mengatakan sesuatu yang salah tentang sabar itu karena pemahaman yang salah. Pemahaman yang salah akibat kurang seriusnya dalam belajar. Tidak belajar pada sumbernya yang jelas dan valid, hanya mengikuti berbagai perkataan atau omongan sekilas yang bisa saja datang dari sekedar opini atau prasangka.
Dikiranya hanya diam. Dikiranya menyerah. Dikiranya hanya menunggu tanpa upaya. Memang, dalam kondisi tertentu, bisa dalam artian diam. Namun bukan sembarang diam, sebab tidak selamanya diam itu adalah kesabaran. Orang yang diam demi mempertahankan kebenaran, itulah yang disebut dengan kesabaran. Diam membiarkan kemunkaran itu bukan kesabaran. Menunda-nunda pekerjaan, bukanlah yang disebut kesabaran.
Bahkan saat seseorang marah, kemudian mengangkat pedang untuk menegakkan kebenaran, maka itu tidak akan menghilangkan sikap sabar pada diri orang tersebut. Siapa orang yang paling sabar? Tentu Rasulullah saw, tetapi beliau tetap berperang. Bahkan seringkali, dalam Al Quran, kata perjuangan, perang, dan jihad disandingkan dengan kata kesabaran.
Mulailah memahami apa definisinya dari sumber yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan. Silakan Anda baca artikel lain yang menjelaskan tentang sabar dan definisinya, klik Perjuangan dan Kesabaran.

Rahasia Motivasi Diri Sendiri

Urgensi Motivasi Diri Sendiri

Mengapa kita harus memiliki motivasi diri sendiri? Itu jelas penting, sebab tidak ada yang bisa mengubah diri Anda kecuali Anda sendiri. Motivasi diri sendiri sangat diperlukan jika Anda ingin berubah. Jika Anda ingin berubah dan mencapai apa yang Anda inginkan, maka Anda harus bertindak. Anda hanya bertindak jika motivasi diri sendiri Anda yang cukup.

Andalkan Motivasi Diri Sendiri

Tidak, sejago apa pun seorang motivator (termasuk saya) tidak akan sanggup untuk memotivasi Anda. Yang menyebabkan Anda bergerak adalah motivasi diri sendiri, bukan motivasi dari motivator maupun orang lain. Jadi, jangan pernah mengandalkan motivasi dari orang lain, karena tidak selalu ada. Yang selalu ada adalah motivasi diri sendiri.

Temukan Motivasi Diri Sendiri Anda

Lalu, perlukah motivasi dari orang lain dan para motivator? Tentu saja masih perlu. Saya tidak pernah memotivasi orang lain. Tidak, karena menurut saya, tugas seorang motivator yang benar adalah membantu Anda menemukan motivasi diri sendiri. Setelah Anda menemukan, maka Anda akan mampu bergerak sendiri.
Tugas seorang motivator lebihh kepada pemicu, memberitahu cara yang benar, dan membantu Anda menyadari motivasi yang sudah ada. Setiap orang, pasti memiliki motivasi diri sendiri, hanya saja tidak menyadarinya atau tidak kuat muncul ke permukaan. Disanalah peran seorang motivator, membantu Anda menyadarinya atau memperkuat motivasi itu.

Dua Jenis Motivasi

Ada dua sumber yang menyebabkan Anda bergerak. Yang pertama untuk menghindari rasa sakit, baik sakit fisik maupun sakit secara mental. Salah satu bentuk meotivasi ini adalah ketakutan. Seseorang bisa bertindak luar biasa demi menghindar dari sesuatu yang ditakutinya. Motivasi yang kedua adalah mendapatkan kenikmatan atau kesenangan. Juga bisa ditinjau dari segi fisik maupun mental.
Bekerja bisa masuk ke kedua kategori. Jika Anda mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan, membayar tagihan, dan sebagainya, maka motivasi mencari nafkah bisa masuk ke dalam kategori yang pertama, yaitu menghindari rasa sakit. Bisa menghindari rasa lapar diri sendiri dan yang paling menyakitkan saat orang-orang yang kita cintai menderita.
Atau bisa juga bekerja adalah untuk mencari kesenangan. Saat kebutuhan pokok sudah terpenuhi, maka banyak orang yang bekerja untuk kesenangan. Memiliki rumah mewah, memiliki mobil mewah, gadget yang canggih, rekreasi, dan sebagainya. Ini adalah jenis motivasi yang kedua.

Dua Penghambat Motivasi

Jika melihat jenis motivasi diatas, maka bisa dipastikan semua orang memiliki motivasi diri sendiri. Hanya saja, kenapa masih banyak orang yang malas, bisa disebabkan karena motivasi mereka terhambat. Jika penghambat ini dihilangkan, maka dia akan bertindak lagi, tidak malas lagi.

Emosi

Emosi yang negatif adalah penghambat motivasi. Emosi negatif seolah sumbat dalam sebuah aliran air dalam pipa. Air tidak akan mengalir jika penyumbat itu tidak dihilangkan, atau setidaknya aliran air akan menjadi lebih kecil jika ada penyumbat. Untuk itulah, Anda harus tetap berusaha menjaga emosi Anda tetap positif seperti gembira, semangat, dan antusias. Disisi lain, emosi negatif seperti sedih, marah, jengkel, kecewa, dan takut akan menghambat Anda untuk bergerak.
Motivasi diri sendiri itu mungkin Anda miliki, tetapi bisa saja terhambat oleh emosi negatif. Bersihkan emosi negatif, maka semangat akan kembali lagi. Cara yang paling ampuh adalah dengan mengubah fokus dan fisiologi. Fokuskan perhatian Anda pada hal yang positif dan perbaiki posisi tubuh Anda.
Instant Motivation Weapon adalah koleksi video yang akan membantu Anda melepas diri dari hambatan emosi negatif. Silahkan miliki jika belum punya.

Pikiran

Selain emosi, pikiran juga menjadi penghambat. Orang-orang yang memiliki pikiran negatif tidak akan bergerak. Bagaimana pun Anda memiliki motivasi diri sendiri yang besar, tetapi jika Anda pesimis, Anda tidak akan bergerak. Kalau pun bergerak, tidak akan memiliki energi yang cukup mencapai hasil yang optimal.
Untuk itu, agar Anda tetap bergerak, Anda harus memiliki pikiran positif. Itulah kenapa, dalam website Motivasi Islami bergitu sering membahas berpikir positif karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari motivasi. Berpikir positif adalah bagian dari motivasi yang sangat penting.
Saya juga sudah membuat ebook yang membahas berpikir positif, yaitu Beautiful Mind Power, silahkan miliki jika belum memilikinya. Bagi Anda yang sudah punya, silahkan untuk membaca dan mengaplikasikannya.

Kesimpulan

Pikirkan apa-apa yang Anda inginkan. Apa yang ingin Anda miliki, apa yang ingin Anda lakukan, apa yang ingin Anda capai, tempat mana yang ingin Anda kunjungi. Peliharalah kembali keinginan-keinginan tersebut, meski pun Anda merasa pesimis untuk mencapainya. Tidak apa-apa, ingatlah kembali. Kemudian pikirkan juga apa yang Anda tidak sukai, yang Anda takutkan, atau yang ingin dihindari. Meski terihat mustahil, tidak apa-apa, ingatlah kembali.
Maka langkah berikutnya adalah bersihkan emosi negatif Anda dan gantilah dengan emosi yang positif. Binalah pikiran positif untuk menggantikan pikiran negatif Anda. Hasilnya bisa Anda lihat dari perubahan Anda memandang apa yang menjadi motivasi diri sendiri. Anda akan melihat apa yang sebelumnya Anda anggap tidak mungkin, menjadi mungkin.
Mudah-mudahan Anda memiliki motivasi diri sendiri yang dahsyat yang akan mengantar Anda kepada kehidupan yang lebih baik.

Motivasi Berprestasi

Untuk meraih sukses, motivasi berprestasi sangat diperlukan. Dengan pengertian lain, motivasi berprestasi adalah memiliki keinginan untuk menjadi terbaik. Tanpa keinginan menjadi yang terbaik, akan menyebabkan seseorang melakukan sesuatu asal-asalan atau asal jadi. Bekerja asal bekerja, berbisnis asal berbisnis, dan belajar asal belajar.
Masalahnya kata “asal” bisa merusak sukses Anda. Anda harus menjadi yang terbaik jika ingin sukses. Persaingan makin sengit, jika tidak menjadi terbaik, maka Anda bisa tertinggal dan kalah dalam persaingan. Mulai sekarang tumbuhkan motivasi berprestasi dalam bidang yang Anda geluti.

Motivasi Berprestasi Fokus Pada Bidang Anda

Yang perlu diperhatikan adalah, Anda tidak perlu berprestasi di segala bidang. Cukup fokus pada bidang Anda. Sebab menjadi terbaik untuk semua bidang itu tidak mungkin. Pilihlah bidang yang sesuai dengan karir atau bisnis Anda, fokuslah disana dan Anda akan akan lebih mudah menjadi yang terbaik. Anggapan bahwa kita harus berprestasi di segala bidang bisa menyebabkan lemahnya motivasi berprestasi. Sebab kita tahu, itu tidak mungkin.
Bahkan, manusia teragung spanjang jaman pun, Nabi Muhammad saw, bersabda:
Jika ada sesuatu yang berkaitan dengan urusan dunia, maka kalian lebih tahu tentangnya, sebaliknya jika berkaitan dengan urusan agama, maka kembalilah kepadaku. (HR Ahmad. No 12086)
Dalam hadits versi lengkapnya dijelaskan bahwa hadits ini keluar saat sedang membicarakan cara bercocok tanam. Rasulullah saw mengatakan bahwa beliau bukanlah ahli dalam bercocok tanam. Tapi untuk urusan akhirat, maka Rasulullah saw tentu saja menjadi yang terbaik.
Catatan: Pengertian hadits ini jangan disalah artikan menjadi bebas melakukan urusan dunia. Kita harus melihat dalil lain beserta ilmu Ushul Fiqh tentang urusan dunia dan urusan akhirat. Perlu pembahasan secara integral, tapi bukan cakupannya disini.
OK, sekarang apa bidang Anda. Fokus pada bidang Anda dan jadilah yang terbaik pada bidang Anda. Tumbuhkan motivasi berprestasi pada bidang Anda. Apa pun bidang Anda. Jika Anda seorang pebisnis, maka kejarlah prestasi Anda dalam bisnis. Jika Anda seorang karyawan, kejarlah prestasi kerja Anda, dan jika Anda seorang pelajar maka Anda pun harus mengejar prestasi dalam belajar.
Motivasi berprestasi diperlukan oleh siapa pun yang ingin sukses.

Tak Cukup Mengetahui Sebab

Mengapa Tidak Cukup Mengetahui Sebab?

Mengetahui sebab-sebab yang membuat orang menjadi sukses tidak akan menjadikan Anda sukses. Sebab-sebab sukses bukan untuk diketahui, tetapi untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Tindakanlah yang menjadikan sebab-sebab tersebut menjadi akibat.
Sebelum Anda bertindak, Anda memerlukan sebuah rencana tindakan yang merupakan jembatan Anda menuju kesuksesan. Rencanalah yang menghubungkan antara sebab dengan akibat yang ingin Anda capai. Rencana merupakan jalan yang harus Anda lalui untuk menuju keberhasilan.
Bagaimana membuat rencana?
  • Mau kemana?
    Langkah pertama dalam membuat rencana ialah kita harus tahu dengan jelas mau ke mana. Seperti membangun jembatan, kita harus tahu mau menghubungkan dari mana ke mana. Rencana menghubungkan keadaan kita saat ini ke tujuan yang kita cita-citakan. Jadi sebelum membuat rencana Anda harus sudah mengeset tujuan yang jelas.
  • Perencanaan Strategis
    Strategi adalah program menyeluruh, untuk menuju keberhasilan visi dan tujuan jangka panjang. Dengan kata lain strategi adalah kerangka dalam bertindak guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Perencanaan Taktis
    Yaitu kegiatan-kegiatan untuk mencapai perencanaan strategis. Ada juga yang mengatakan bahwa strategi merupakan kumpulan dari taktik-taktik. Taktik berkaitan langsung dengan kegiatan sehari-hari termasuk kegiatan yang dilakukan sepontan. Taktik dibuat berdasarkan strategi yang telah direncanakan sebelumnya.
  • Peruntunan Aktivitas
    Urutkan berbagai aktivitas yang akan dilakukan. Anda bisa mengurutkan berdasarkan prioritas. Peruntunan sangat penting bagi penggunaan waktu, energi, dan sumber daya sebaik mungkin.
  • Managemen Waktu
    Setelah ada urutan aktifitas, Anda perlu mengelola waktu agar bisa menggunakan waktu seefektif mungkin. Pada saat awal mungkin sulit terutama dalam memperkirakan durasi setiap kegiatan. Tetapi sejalan dengan waktu, makin lama Anda akan makin pandai mengatur dan mengelola waktu. Jika pada saat ini Anda merasa tidak bisa, coba saja, lambat laun Anda akan bisa.
Setelah memiliki rencana, selanjutnya ialah bertindak. Meskipun rencana bukanlah hal yang sudah mati, tetapi Anda perlu disiplin mengikuti rencana. Jika ada hal baru, masukan kepada rencana. Rencana yang baik tidak perlu rumit dan canggih. Anda hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana, yang penting Anda konsisten menjalankannya.

 
piiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisssssss,,,,,,,heheheh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar