Kamis, 02 Juni 2011

Hati dalam sebuah Catatan

MEMORI

bahkan rumah sakit pun menyimpan banyak cerita
yang pernah kita lalui berdua dahulu…
dulu kala.. saat kita bersama…
dan ketika aku berjalan dalam kenangan ini
hatiku tersenyum tanpa perih

Ruang Hampa itu bernama masa lalu

Memandang dari jendela luar ruang itu
Mengapa tak dibiarkan saja menjadi bagian yang berlalu
Tak perlu dihias kembali dengan tirai-tirai warna yang tak akan dapat terpancar warna-warna itu
Mengapa dibiarkan hembusan angin memasuki setiap sela-sela dan lubangnya memenuhi, yang seharusnya biar tetap kedap agar tak terus tali pikir dan benang hati terus mengikat dalam hari dan langkah yang terasa berat
Jangan nyalakan lagi lampu keegoisan itu, karena masih banyak ruang-ruang yang harus diisi, kenapa terpaku akan ruang yang seharusnya telah menjadi rata dengan kata yang kau ucap ‘mengampuni’.
Bukan terus kau ingat dan kau dakwa
Ntah teladan Kristus mana yang kau ambil, mengatakan mengampuni tapi tetap kau pelihara ruang itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar